Kamis, 28 Juli 2016

Makalah Pengaruh Globalisasi Terhadap Kebudayaan

Pengaruh Globalisasi Terhadap Kebudayaan

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Globalisasi sering terdengar beberapa dekade lalu hingga sekarang. Kata globalisasi secara popular dapat diartikan sebagai menyebarnya segala sesuatu secara cepat ke seluruh dunia. Globalisasi menyebabkan terjadinya perdagangan bebas dan dinilai menjadi ajang kreasi dan perluasan bagi pertumbuhan perdagangan dunia, serta pembangunan dengan sistem pengetahuan. Globalisasi memberikan dampak ganda, yaitu dampak menguntungkan dan merugikan. Oleh karena itu, tantangan kita adalah meningkatkan daya saing dan keunggulan kompetitif di semua sektor.
Begitu pula dalam masalah kebudayaan, akan sangat mudah masuk budaya asing dalam masyarakat. Dewasa ini kita lihat banyak sekali budaya-budaya kita yang sudah mulai memudar dalam masyarakat, misalnya anak-anak pada zaman sekarang tidak mengenali lagi permainan-permainan yang dimainkan oleh orangtua kita dulu, mereka cenderung menghabiskan waktu bermainnya dengan duduk di warnet untuk main game online, bahkan sebagian anak-anak memanfaatkan warnet untuk menonton film-film yang belum pantas untuk ia tonton.
Globalisasi juga berpengaruh dalam cara berpakaian sebagian orang dalam kesehariannya, misalnya kaum perempuan lebih memilih pakaian-pakaian yang diimpor dari luar negeri ketimbang memakai produk-produk dalam negeri yang masih memiliki nilai-nilai moral dan kebudayaan. Dengan masuknya budaya-budaya luar melalui era globalisasi,  banyak masyarakat yang sudah tidak mengenal lagi mana budaya kita yang sebenarnya dan mana budaya yang telah bercampur dengan budaya asing.
Proses globalisasi bergerak sejalan dengan arah kehidupan manusia, teknologi juga berkembang begitu pesat, sehingga memudahkan suatu negara dalam meggerakkan roda perekonomiannya. Tanpa kita sadari bahwa negara kita mulai kehilangan jati dirinya, dengan mudahnya masuk produk-produk asing yang bisa meruntuhkan budaya bangsa. Dimana Indonesia akan menjadi ajang sebagai pasar terbesar di dunia untuk memasukkan alat-alat teknologi yang dapat merusak ideologi bangsa.

Sebenarnya teknologi adalah suatu alat yang dapat memudahkan kita dalam berbagai hal. Akan tetapi, penggunaan teknologi yang disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu yang dapat menyebabkan hilangnya nilai-nilai dan norma-norma yang telah dijunjung tinggi selama ini. Budaya kita akan selalu hidup apabila kita menjaga dan memeliharanya dengan baik. Dengan menjaga baik budaya bangsa, maka negara kita akan dihormati dan disegani oleh negara lain.
B. Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan globalisasi?
2.      Apa saja faktor-faktor yang menyebabkan perubahan sosial budaya?
3.      Bagaimana pengaruh globalisasi terhadap budaya bangsa?
4.      Apa saja dampak positif globalisasi dalam bidang sosial budaya di Indonesia?
5.      Apa saja dampak negatif globalisasi dalam bidang sosial budaya di Indonesia?
6.      Bagaimana masyarakat mengatasi pengaruh globalisasi terhadap budaya bangsa?
C. Tujuan Penulisan
1.      Untuk mengetahui pengertian globalisasi.
2.      Untuk mengetahui penyebab terjadinya perubahan sosial budaya.
3.      Untuk mengetahui pengaruh globalisasi terhadap budaya bangsa.
4.      Untuk mengetahui dampak positif dan dampak negatif dari globalisasi.
5.      Supaya kita menyadari bagaimana seharusnya masyarakat dalam mengatasi memudarnya budaya bangsa.



                                                                BAB II
PEMBAHASAN
A.   Pengertian Globalisai
Gloalisasi berasal dari kata globe/global yang berarti dunia atau bola dunia atau hal-hal kejadian yang berkaitan dengan dunia. Globe, yang dalam bahasa inggris disebut Concerning The Whole Earth,yaitu sesuatu yang berkaitan dengan jagat raya alam dunia atau internasional. Sesuatu yang dimaksud adalah masalah, kejadian, kegiatan, bahkan sikap.Berdasarkan pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa globalisasi menunjuk pada proses dibentuknya suatu tatanan,aturan atau sistem tertentu,dan susunan. Aturan atau sistem tersebut diperuntukkan dan berlaku bagi bangsa-bangsa di seluruh dunia. Globalisasi pada dasarnya berhubungan dengan semua aspek kehidupan, baik di bidang politik, ekonomi, sosial budaya, atau pertahanan keamanan. ( Tim Catha Edukatif,2006:109 )
Beberapa pendapat tentang pengertian globalisasi,antara lain:
a.        John Huekle,mengumukakan bahwa ”globalisasi adalah suatu proses dengan nama     kejadian, keputusan, dan kegiatan di salah satu bagian dunia serta menjadi konsekuensi yang signifikan bagi individu dan masyarakat yang jauh”.
b.       Menurut IMF, ”globalisasi adalah meningkatnya saling ketergantungan ekonomi antara negara-negara di dunia yang ditandai peningkatan dan beragamnya volume transaksi barang dan jasa lintas Negara serta penyebaran teknologi yang meluas dan cepat”.
c.        Menurut Bank Dunia, ”globalisasi adalah kebebasan dan kemampuan individu serta perusahaan untuk memperkarsai transaksi ekonomi dengan orang-orang dari negara-negara lain”.
Berdasarkan beberapa pengertian di atas, dapat kita simpulkan bahwa globalisasai adalah suatu proses untuk menjadikan negara-negara di dunia ini bebas dalam hal apapun baik dalam masalah ekonomi, sosial budaya, politik, atau pertahanan dan keamanan.
B.   Faktor-Faktor Yang Menyebabkan Perubahan Sosial Budaya
Soerjono Soekanto (2006:275-280), menyebutkan bahwa:
1.      Bertambah atau Berkurangnya Penduduk

Pertumbuhan penduduk yang sangat cepat menyebabkan terjadinya perubahan dalam struktur masyarakat, terutama lembaga-lembaga kemasyarakatannya. Misal, orang lantas mengenal hak milik individual atas tanah, sewa tanah, gadai tanah, bagi hasil dan sebagainya, yang sebelumnya tidak dikenal.
Berkurangnya penduduk mungkin disebabkan berpindahnya penduduk dari desa ke kota atau dari suatu daerah ke daerah lain (misalnya transmigrasi). Perpindahan penduduk menyebabbkan kekosongan, misalnya, dalam bidang pembagian kerja dan stratifikasi sosial, yang memengaruhi lembaga-lembaga kemasyarakatan. Perpindahan penduduk telah berlangsung beratus-ratus ribu tahun lamanya di dunia ini. Hal itu sejajar dengan bertambah banyaknya manusia penduduk bumi ini.  Pada masyarakat-masyarakat yang mata pencaharian utamanya berburu, perpindahan sering kali dilakukan, yang tergantung dari persediaan hewan-hewan buruannya. Apabila hewan-hewan tersebut habis, mereka akan berpindah ke tempat-tempat yang lain.
2.      Penemuan-Penemuan Baru
Suatu proses sosial dan kebudayaan yang besar, tetapi yang terjadi dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama disebut dengan inovasi atau innovation. Proses tersebut meliputi suatu penemuan baru, jalannya suatu unsur kebudayaan baru yang tersebar ke lain-lain masyarakat, dan cara-cara unsur kebudayaan baru tadi diterima, dipelajari, dan akhirnya dipakai dalam masyarakat yang bersangkutan.
Penemuan-penemuan baru sebagai sebab terjadinya perubahan-perubahan dapat dibedakan dalam pengertian-pengertian discovery dan invention. Discovery adalah penemuan unsur kebudayaan yang baru, baik berupa alat, ataupun yang berupa gagasan yang diciptakan oleh seorang individu atau serangkaian ciptaan para individu.
Discovery baru menjadi invention kalau masyarakat sudah mengakui, menerima serta menerapkan penemuan baru itu. Seringkali proses dari discovery sampai ke invention membutuhkan suatu rangkaian pencipta-pencipta. Penemuan mobil, misalnya, dimulai dari usaha seorang Austria, yaitu S. Marcus (1875) yang membuat motor gas yang pertama. Sebetulnya sistem motor gas tersebut juga merupakan suatu hasil dari rangkaian ide yang telah dikembangkan sebelum Marcus. Sungguhpun demikian, Marcuslah yang telah membulatkan penemuan tersebut, dan yang untuk pertama kali menghubungkan motor gas

dengan sebuah kereta sehingga dapat berjalan tanpa ditarik seekor kuda. Itulah saatnya mobil menjadi suatu discovery.
Jadi, tiga puluh tahun kemudian sesudah suatu rangkaian sumbangan dari sekian banyak pencipta lain yang menambah perbaikan mobil tersebut, barulah sebuah mobil dapat mencapai suatu bentuk sehingga dapat dipakai sebagai alat pengangkutan oleh manusia dengan cukup praktis dan aman. Dengan tercapainya bentuk tersebut, kendaraan mobil menjadi invention.
Di Indonesia banyak dijumpai persoalan yang menyangkut mobil. Walaupun masih ada yang belum mengenal mobil, pada umumnya masyarakat telah mengenal mobil dan bahkan sudah merasakan naik mobil. Akan tetapi mobil hanya terbeli oleh satu golongan tertentu saja.
Apabila ditelaah lebih lanjut perihal penemuan-penemuan baru, terlihat ada beberapa faktor pendorong yang dimiliki masyarakat. Bagi individu pendorong tersebut antara lain:
a.       kesadaran individu-individu akan kekurangan dalam kebudayaannya;
b.      kualitas ahli-ahli dalam suatu kebudayaan;
c.       perangsang bagi aktivitas-aktivitas penciptaan dalam masyarakat.

3.       Pertentangan Masyarakat
Pertentangan masyarakat mungkin pula menjadi sebab terjadinya perubahan sosial dan kebudayaan. Pertentangan-pertentangan mungkin terjadi antara individu dengan kelompok atau perantara kelompok dengan kelompok.
Umumnya masyarakat tradisional di Indonesia bersifat kolektif. Segala kegiatan didasarkan pada kepentingan masyarakat. Kepentigan individu walaupun diakui, tetapi mempunyai fungsi sosial. Tidak jarang timbul pertentangan antara kepentingan individu dengan kepentingan kelompoknya, yang dalam hal-hal tertentu dapat menimbulkan perubahan-perubahan.



C.   Pengaruh Globalisasi Terhadap Budaya Bangsa
Arus globalisasi saat ini telah menimbulkan pengaruh terhadap perkembangan budaya bangsa Indonesia. Derasnya arus informasi dan telekomunikasi ternyata menimbulkan sebuah kecenderungan yang mengarah terhadap memudarnya nilai-nilai pelestarian budaya. Perkembangan 3T (Transportasi, Telekomunikasi, dan Teknologi) mengkibatkan berkurangnya keinginan untuk melestarikan budaya negeri sendiri.
Budaya daerah yang dulunya sangat dicintai dan dihargai oleh masyarakat luas membuat negara kita kokoh dalam mempertahankan peradaban dan kebudayaan. Misalnya gotong royong, saling bantu membantu dalam kehidupan sosialnya. Akan tetapi pada zaman sekarang para pemuda sudah terpengaruh dengan pergaluan bebas, kemajuan teknologi, sehingga tidak mengenal lagi budayanya sendiri bahkan  mereka lebih mengenal budaya barat yang dapat merusak ideologi bangsa. (Parista Dwi Putra,2015)
           
D.   Dampak Positif Globalisasi Terhadap Kebudayaan
·         Kebudayaan kita bisa lebih dikenal oleh negara-negara lain di seluruh dunia.
·         Bagi orang-orang yang mentalnya kuat, globalisasi akan memperkuat rasa untuk melindungi kebudayaannya, sehingga kebudayaannya tidak hilang, malahan semakin kental. (Parista Dwi Putra,2015)

E.   Dampak Negatif Globalisasi Terhadap Kebudayaan
·         Hilangnya kebudayaan asli Indonesia karena orang-orang lebih senang mengikuti budaya barat yang terkesan lebih bergengsi.
·         Kurangnya penghargaan terhadap norma-norma di masyarakat. Norma di masyarakat seperti (norma kesopanan, kesusilaan,dan lain sebagainya).
·         Menurunnya rasa cinta terhadap budaya sendiri sehingga pengetahuan terhadap budaya nasional menjadi minim. (Parista Dwi Putra,2015)





F.    Upaya Masyarakat Dalam Mengatasi Pengaruh Globalisasi Terhadap Budaya Bangsa

Adanya arus globalisasi memunculkan masalah pada generasi muda. Generasi muda merupakan pewaris kebudayaan maupun berkewajiban mempertahankan jati diri bangsa, tetapi pada faktanya sekarang ini banyak generasi muda merasa asing di negeri sendiri. Oleh karena itu, upaya mencegah memudarnya budaya dan jati diri bangsa perlu dilakukan baik oleh pemerintah, pihak swasta maupun secara penuh kesadaran oleh masyarakat itu sendiri.
Beberapa upaya yang dapat dilakukan antara lain:
1.      Melakukan reorientasi budaya (culture reorientation), yaitu aktivitas menengok kembali keberadaan budaya sebagai langkah awal untuk memperkenalkan budaya sendiri kepada generasi baru yang belum memahami nama, fungsi dan asal usul suatu sub kebudayaan.
2.      Melakukan revitalisasi budaya, yaitu upaya perombakan dan penyesuaian sedemikian rupa sehingga unsur-unsur budaya tersebut menjadi penting kembali.
3.      Melakukan refungsionalisasi budaya, yaitu membuat suatu budaya mengakar dan berfungsi bagi keperluan sehari-hari masyarakat.
4.      Mengupayakan pelembagaan budaya.
5.      Melakukan implementasi budaya. (Parista Dwi Putra,2015)









BAB III
PENUTUP
A.   Kesimpulan
Globalisasai adalah suatu proses untuk menjadikan negara-negara di dunia ini bebas dalam hal apapun baik dalam masalah ekonomi,sosial budaya,politik,atau pertahanan dan keamanan. Arus globalisasi saat ini telah menimbulkan pengaruh terhadap perkembangan budaya bangsa Indonesia. Derasnya arus informasi dan telekomunikasi ternyata menimbulkan sebuah kecenderungan yang mengarah terhadap memudarnya nilai-nilai pelestarian budaya. Perkembangan 3T (Transportasi, Telekomunikasi, dan Teknologi) mengkibatkan berkurangnya keinginan untuk melestarikan budaya negeri sendiri.
Adanya arus globalisasi memunculkan masalah pada generasi muda. Generasi muda merupakan pewaris kebudayaan maupun berkewajiban mempertahankan jati diri bangsa, tetapi pada faktanya sekarang ini banyak generasi muda merasa asing di negeri sendiri.

B.   Saran
Untuk mempertahankan jati diri bangsa, mari kita lestarikan budaya kita sendiri. Jangan merasa budaya asing lebih bergengsi dari budaya kita sendiri, jangan terpengaruh dengan perkembangan teknologi, transportasi, dan telekomunikasi, yang dapat menimbulkan memudarnya nilai-nilai pelestarian budaya.



DAFTAR PUSTAKA
Ø  Tim Catha Edukatif. 2006. Pendidikan Kewarganegaraan. Sukoharjo: CV. Sindunata
Ø  Soerjono Soekanto. 2006.  Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada
Ø  Parista Dwi Putra, 2015 Pengaruh Globalisasi Terhadap Kebudayaan, http://paristadp.blogspot.co.id/2015/06/pengaruh-globalisasi-terhadap-budaya.html, 26 Desember 2015