BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Globalisasi
sering terdengar beberapa dekade lalu hingga sekarang. Kata globalisasi secara
popular dapat diartikan sebagai menyebarnya segala sesuatu secara cepat ke
seluruh dunia. Globalisasi menyebabkan terjadinya perdagangan bebas dan dinilai
menjadi ajang kreasi dan perluasan bagi pertumbuhan perdagangan dunia, serta
pembangunan dengan sistem pengetahuan. Globalisasi memberikan dampak ganda,
yaitu dampak menguntungkan dan merugikan. Oleh karena itu, tantangan kita
adalah meningkatkan daya saing dan keunggulan kompetitif di semua sektor.
Begitu
pula dalam masalah kebudayaan, akan sangat mudah masuk budaya asing dalam
masyarakat. Dewasa ini kita lihat banyak sekali budaya-budaya kita yang sudah
mulai memudar dalam masyarakat, misalnya anak-anak pada zaman sekarang tidak
mengenali lagi permainan-permainan yang dimainkan oleh orangtua kita dulu,
mereka cenderung menghabiskan waktu bermainnya dengan duduk di warnet untuk
main game online, bahkan sebagian anak-anak memanfaatkan warnet untuk menonton
film-film yang belum pantas untuk ia tonton.
Globalisasi
juga berpengaruh dalam cara berpakaian sebagian orang dalam kesehariannya,
misalnya kaum perempuan lebih memilih pakaian-pakaian yang diimpor dari luar
negeri ketimbang memakai produk-produk dalam negeri yang masih memiliki
nilai-nilai moral dan kebudayaan. Dengan masuknya budaya-budaya luar melalui
era globalisasi, banyak masyarakat yang
sudah tidak mengenal lagi mana budaya kita yang sebenarnya dan mana budaya yang
telah bercampur dengan budaya asing.
Proses
globalisasi bergerak sejalan dengan arah kehidupan manusia, teknologi juga
berkembang begitu pesat, sehingga memudahkan suatu negara dalam meggerakkan
roda perekonomiannya. Tanpa kita sadari bahwa negara kita mulai kehilangan jati
dirinya, dengan mudahnya masuk produk-produk asing yang bisa meruntuhkan budaya
bangsa. Dimana Indonesia akan menjadi ajang sebagai pasar terbesar di dunia
untuk memasukkan alat-alat teknologi yang dapat merusak ideologi bangsa.
Sebenarnya
teknologi adalah suatu alat yang dapat memudahkan kita dalam berbagai hal. Akan
tetapi, penggunaan teknologi yang disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu yang
dapat menyebabkan hilangnya nilai-nilai dan norma-norma yang telah dijunjung
tinggi selama ini. Budaya kita akan selalu hidup apabila kita menjaga dan
memeliharanya dengan baik. Dengan menjaga baik budaya bangsa, maka negara kita
akan dihormati dan disegani oleh negara lain.
B.
Rumusan Masalah
1. Apa
yang dimaksud dengan globalisasi?
2. Apa
saja faktor-faktor yang menyebabkan perubahan sosial budaya?
3. Bagaimana
pengaruh globalisasi terhadap budaya bangsa?
4. Apa
saja dampak positif globalisasi dalam bidang sosial budaya di Indonesia?
5. Apa
saja dampak negatif globalisasi dalam bidang sosial budaya di Indonesia?
6. Bagaimana
masyarakat mengatasi pengaruh globalisasi terhadap budaya bangsa?
C. Tujuan Penulisan
1. Untuk
mengetahui pengertian globalisasi.
2. Untuk
mengetahui penyebab terjadinya perubahan sosial budaya.
3. Untuk
mengetahui pengaruh globalisasi terhadap budaya bangsa.
4. Untuk
mengetahui dampak positif dan dampak negatif dari globalisasi.
5. Supaya
kita menyadari bagaimana seharusnya masyarakat dalam mengatasi memudarnya
budaya bangsa.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Globalisai
Gloalisasi
berasal dari kata globe/global yang berarti dunia atau bola dunia atau hal-hal
kejadian yang berkaitan dengan dunia. Globe, yang dalam bahasa inggris disebut Concerning The Whole Earth,yaitu sesuatu
yang berkaitan dengan jagat raya alam dunia atau internasional. Sesuatu yang
dimaksud adalah masalah, kejadian, kegiatan, bahkan sikap.Berdasarkan
pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa globalisasi menunjuk pada proses
dibentuknya suatu tatanan,aturan atau sistem tertentu,dan susunan. Aturan atau
sistem tersebut diperuntukkan dan berlaku bagi bangsa-bangsa di seluruh dunia. Globalisasi
pada dasarnya berhubungan dengan semua aspek kehidupan, baik di bidang politik,
ekonomi, sosial budaya, atau pertahanan keamanan. ( Tim Catha Edukatif,2006:109
)
Beberapa
pendapat tentang pengertian globalisasi,antara lain:
a.
John Huekle,mengumukakan bahwa ”globalisasi
adalah suatu proses dengan nama
kejadian, keputusan, dan kegiatan di salah satu bagian dunia serta
menjadi konsekuensi yang signifikan bagi individu dan masyarakat yang jauh”.
b. Menurut
IMF, ”globalisasi adalah meningkatnya saling ketergantungan ekonomi antara negara-negara
di dunia yang ditandai peningkatan dan beragamnya volume transaksi barang dan
jasa lintas Negara serta penyebaran teknologi yang meluas dan cepat”.
c.
Menurut Bank Dunia, ”globalisasi adalah
kebebasan dan kemampuan individu serta perusahaan untuk memperkarsai transaksi
ekonomi dengan orang-orang dari negara-negara lain”.
Berdasarkan
beberapa pengertian di atas, dapat kita simpulkan bahwa globalisasai adalah
suatu proses untuk menjadikan negara-negara di dunia ini bebas dalam hal apapun
baik dalam masalah ekonomi, sosial budaya, politik, atau pertahanan dan
keamanan.
B.
Faktor-Faktor
Yang Menyebabkan Perubahan Sosial Budaya
Soerjono
Soekanto (2006:275-280), menyebutkan bahwa:
1. Bertambah
atau Berkurangnya Penduduk
Pertumbuhan
penduduk yang sangat cepat menyebabkan terjadinya perubahan dalam struktur
masyarakat, terutama lembaga-lembaga kemasyarakatannya. Misal, orang lantas
mengenal hak milik individual atas tanah, sewa tanah, gadai tanah, bagi hasil
dan sebagainya, yang sebelumnya tidak dikenal.
Berkurangnya
penduduk mungkin disebabkan berpindahnya penduduk dari desa ke kota atau dari suatu
daerah ke daerah lain (misalnya transmigrasi). Perpindahan penduduk
menyebabbkan kekosongan, misalnya, dalam bidang pembagian kerja dan
stratifikasi sosial, yang memengaruhi lembaga-lembaga kemasyarakatan.
Perpindahan penduduk telah berlangsung beratus-ratus ribu tahun lamanya di
dunia ini. Hal itu sejajar dengan bertambah banyaknya manusia penduduk bumi
ini. Pada masyarakat-masyarakat yang
mata pencaharian utamanya berburu, perpindahan sering kali dilakukan, yang
tergantung dari persediaan hewan-hewan buruannya. Apabila hewan-hewan tersebut
habis, mereka akan berpindah ke tempat-tempat yang lain.
2. Penemuan-Penemuan
Baru
Suatu
proses sosial dan kebudayaan yang besar, tetapi yang terjadi dalam jangka waktu
yang tidak terlalu lama disebut dengan inovasi atau innovation. Proses tersebut
meliputi suatu penemuan baru, jalannya suatu unsur kebudayaan baru yang
tersebar ke lain-lain masyarakat, dan cara-cara unsur kebudayaan baru tadi
diterima, dipelajari, dan akhirnya dipakai dalam masyarakat yang bersangkutan.
Penemuan-penemuan
baru sebagai sebab terjadinya perubahan-perubahan dapat dibedakan dalam
pengertian-pengertian discovery dan invention. Discovery adalah penemuan
unsur kebudayaan yang baru, baik berupa alat, ataupun yang berupa gagasan yang
diciptakan oleh seorang individu atau serangkaian ciptaan para individu.
Discovery baru
menjadi invention kalau masyarakat
sudah mengakui, menerima serta menerapkan penemuan baru itu. Seringkali proses
dari discovery sampai ke invention membutuhkan suatu rangkaian pencipta-pencipta.
Penemuan mobil, misalnya, dimulai dari usaha seorang Austria, yaitu S. Marcus
(1875) yang membuat motor gas yang pertama. Sebetulnya sistem motor gas
tersebut juga merupakan suatu hasil dari rangkaian ide yang telah dikembangkan
sebelum Marcus. Sungguhpun demikian, Marcuslah yang telah membulatkan penemuan
tersebut, dan yang untuk pertama kali menghubungkan motor gas
dengan
sebuah kereta sehingga dapat berjalan tanpa ditarik seekor kuda. Itulah saatnya
mobil menjadi suatu discovery.
Jadi,
tiga puluh tahun kemudian sesudah suatu rangkaian sumbangan dari sekian banyak
pencipta lain yang menambah perbaikan mobil tersebut, barulah sebuah mobil
dapat mencapai suatu bentuk sehingga dapat dipakai sebagai alat pengangkutan
oleh manusia dengan cukup praktis dan aman. Dengan tercapainya bentuk tersebut,
kendaraan mobil menjadi invention.
Di
Indonesia banyak dijumpai persoalan yang menyangkut mobil. Walaupun masih ada
yang belum mengenal mobil, pada umumnya masyarakat telah mengenal mobil dan
bahkan sudah merasakan naik mobil. Akan tetapi mobil hanya terbeli oleh satu
golongan tertentu saja.
Apabila
ditelaah lebih lanjut perihal penemuan-penemuan baru, terlihat ada beberapa
faktor pendorong yang dimiliki masyarakat. Bagi individu pendorong tersebut antara
lain:
a. kesadaran
individu-individu akan kekurangan dalam kebudayaannya;
b. kualitas
ahli-ahli dalam suatu kebudayaan;
c. perangsang
bagi aktivitas-aktivitas penciptaan dalam masyarakat.
3. Pertentangan Masyarakat
Pertentangan
masyarakat mungkin pula menjadi sebab terjadinya perubahan sosial dan
kebudayaan. Pertentangan-pertentangan mungkin terjadi antara individu dengan
kelompok atau perantara kelompok dengan kelompok.
Umumnya
masyarakat tradisional di Indonesia bersifat kolektif. Segala kegiatan
didasarkan pada kepentingan masyarakat. Kepentigan individu walaupun diakui,
tetapi mempunyai fungsi sosial. Tidak jarang timbul pertentangan antara
kepentingan individu dengan kepentingan kelompoknya, yang dalam hal-hal tertentu
dapat menimbulkan perubahan-perubahan.
C.
Pengaruh
Globalisasi Terhadap Budaya Bangsa
Arus
globalisasi saat ini telah menimbulkan pengaruh terhadap perkembangan budaya
bangsa Indonesia. Derasnya arus informasi dan telekomunikasi ternyata menimbulkan
sebuah kecenderungan yang mengarah terhadap memudarnya nilai-nilai pelestarian
budaya. Perkembangan 3T (Transportasi, Telekomunikasi, dan Teknologi)
mengkibatkan berkurangnya keinginan untuk melestarikan budaya negeri sendiri.
Budaya
daerah yang dulunya sangat dicintai dan dihargai oleh masyarakat luas membuat negara
kita kokoh dalam mempertahankan peradaban dan kebudayaan. Misalnya gotong
royong, saling bantu membantu dalam kehidupan sosialnya. Akan tetapi pada zaman
sekarang para pemuda sudah terpengaruh dengan pergaluan bebas, kemajuan
teknologi, sehingga tidak mengenal lagi budayanya sendiri bahkan mereka lebih mengenal budaya barat yang dapat
merusak ideologi bangsa. (Parista Dwi Putra,2015)
D.
Dampak
Positif Globalisasi Terhadap Kebudayaan
·
Kebudayaan kita bisa lebih dikenal oleh negara-negara
lain di seluruh dunia.
·
Bagi orang-orang yang mentalnya kuat,
globalisasi akan memperkuat rasa untuk melindungi kebudayaannya, sehingga
kebudayaannya tidak hilang, malahan semakin kental. (Parista Dwi Putra,2015)
E. Dampak Negatif Globalisasi Terhadap
Kebudayaan
·
Hilangnya kebudayaan asli Indonesia karena
orang-orang lebih senang mengikuti budaya barat yang terkesan lebih bergengsi.
·
Kurangnya penghargaan terhadap norma-norma
di masyarakat. Norma di masyarakat seperti (norma kesopanan, kesusilaan,dan
lain sebagainya).
·
Menurunnya rasa cinta terhadap budaya
sendiri sehingga pengetahuan terhadap budaya nasional menjadi minim. (Parista Dwi
Putra,2015)
F. Upaya Masyarakat Dalam Mengatasi Pengaruh Globalisasi
Terhadap Budaya Bangsa
Adanya
arus globalisasi memunculkan masalah pada generasi muda. Generasi muda
merupakan pewaris kebudayaan maupun berkewajiban mempertahankan jati diri
bangsa, tetapi pada faktanya sekarang ini banyak generasi muda merasa asing di
negeri sendiri. Oleh karena itu, upaya mencegah memudarnya budaya dan jati diri
bangsa perlu dilakukan baik oleh pemerintah, pihak swasta maupun secara penuh
kesadaran oleh masyarakat itu sendiri.
Beberapa
upaya yang dapat dilakukan antara lain:
1.
Melakukan reorientasi budaya (culture
reorientation), yaitu aktivitas menengok kembali keberadaan budaya sebagai
langkah awal untuk memperkenalkan budaya sendiri kepada generasi baru yang
belum memahami nama, fungsi dan asal usul suatu sub kebudayaan.
2.
Melakukan revitalisasi budaya, yaitu upaya
perombakan dan penyesuaian sedemikian rupa sehingga unsur-unsur budaya tersebut
menjadi penting kembali.
3.
Melakukan refungsionalisasi budaya, yaitu
membuat suatu budaya mengakar dan berfungsi bagi keperluan sehari-hari
masyarakat.
4.
Mengupayakan pelembagaan budaya.
5.
Melakukan implementasi budaya. (Parista Dwi
Putra,2015)
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Globalisasai
adalah suatu proses untuk menjadikan negara-negara di dunia ini bebas dalam hal
apapun baik dalam masalah ekonomi,sosial budaya,politik,atau pertahanan dan
keamanan. Arus globalisasi saat ini telah menimbulkan pengaruh terhadap
perkembangan budaya bangsa Indonesia. Derasnya arus informasi dan telekomunikasi
ternyata menimbulkan sebuah kecenderungan yang mengarah terhadap memudarnya
nilai-nilai pelestarian budaya. Perkembangan 3T (Transportasi, Telekomunikasi,
dan Teknologi) mengkibatkan berkurangnya keinginan untuk melestarikan budaya
negeri sendiri.
Adanya
arus globalisasi memunculkan masalah pada generasi muda. Generasi muda
merupakan pewaris kebudayaan maupun berkewajiban mempertahankan jati diri
bangsa, tetapi pada faktanya sekarang ini banyak generasi muda merasa asing di
negeri sendiri.
B.
Saran
Untuk
mempertahankan jati diri bangsa, mari kita lestarikan budaya kita sendiri.
Jangan merasa budaya asing lebih bergengsi dari budaya kita sendiri, jangan
terpengaruh dengan perkembangan teknologi, transportasi, dan telekomunikasi,
yang dapat menimbulkan memudarnya nilai-nilai pelestarian budaya.
DAFTAR PUSTAKA
Ø Tim
Catha Edukatif. 2006. Pendidikan
Kewarganegaraan. Sukoharjo: CV. Sindunata
Ø Soerjono
Soekanto. 2006. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT.
Rajagrafindo Persada
Ø Parista Dwi
Putra, 2015 Pengaruh Globalisasi Terhadap
Kebudayaan, http://paristadp.blogspot.co.id/2015/06/pengaruh-globalisasi-terhadap-budaya.html, 26 Desember
2015